Monday, 13 March 2017

Diperbudak Waktu

Biasanya, tiap merasa membuat keputusan yang salah, saya berusaha mengubur penyesalan yang muncul. Kalau tidak begitu, saya akan merasa langkah yang saya ambil selama ini merupakan keputusan yang salah. Because life will find a way to screw you everytime. Namun kali ini saja, saya ingin mengungkapkan penyesalan walaupun terbayangi fakta: masa lalu tidak dapat kembali.

tentang memberi waktu, memberi hidupmu..

Kalau dulu saya memandang orang yang susah ketemunya karena selalu punya agenda siang malam adalah orang yang produktif, kini saya sadari sebaliknya. Jika acuannya adalah manajemen waktu, orang-orang demikian adalah orang yang diperbudak waktu. Mereka hidup bukan untuk dirinya. Mereka terikat rantai-rantai bernama deadline. Penyesalan saya, saya bagian dari orang-orang ini.

Saya belajar dari keluarga dan sahabat-sahabat terdekat saya. Kehebatan mereka terlihat saat mereka dapat meluangkan waktu untuk orang-orang yang mereka sayangi. Mereka hadir tanpa bayang-bayang pekerjaan yang mereka tinggalkan sejenak, demi menghayati sepenuhnya arti kebersamaan. Saya ingin menjadi orang-orang hebat seperti mereka. Berulang kali saya tak berdaya menghadapi jadwal saya sendiri, kehilangan momen-momen bersama keluarga dan sahabat saya yang bisa jadi akan saya terus kenang selama hidup saya.

Namun menyesali dan menasihati diri tidak sekejap mengubah saya. Saya tidak pandai memulai pembicaraan, saya masih belum bisa mengatur waktu dan membuat prioritas.

Jadi kawan, tolong maafkan saya yang sok sibuk ini...

Sunday, 7 August 2016

Leicester di Senja Tiki-Taka

Beberapa waktu lalu Eropa diguncang bom di bandara Brussel gara-gara ulah seorang Afrika Utara, tak lama kemudian seorang Afrika Utara yang lain ikut mengguncang Eropa. Tak pernah terdengar, tiba-tiba ia menjadi pemain Afrika pertama yang menerima penghargaan pemain terbaik PFA, bersamaan dengan kawan-kawannya yang juga mengguncang dunia di atas kapal yang bernama Leicester City.
source:metro.co.uk

Saturday, 26 September 2015

Filsafat tentang Alam

Di SMP kelas 1, saya diajarkan bahwa fisika adalah ilmu yang mempelajari materi dan energi. Basically, almost everything. Yang kita cari tau adalah mengapa, bukan sekedar apa dan bagaimana. Dan pertanyaan ‘mengapa’ bisa jadi lebih dalam dari yang kita kira.
“Not only is the Universe stranger than we think, it is stranger than we can think." (Werner Heisenberg)

Fisika Adalah Filsafat

Ketika belajar persamaan Maxwell (yang persamaannya ditemukan piece-by-piece oleh setidaknya 6 ilmuwan jadi materinya nyerempet ke sejarah) saat pelatihan OSN 5 tahun lalu, teman saya waktu itu bertanya ke pelatih, “sebenernya ilmu fisika apa sih yang paling tua?” Berpikir sebentar, kakak pelatih menjawab dengan nada tanggung, “yaa filsafat alam.”

Interesting!

Saturday, 15 August 2015

Rangking FIFA Negara-Negara Ini Kini di Atas Indonesia

Kalau mau tau negara mana yang paling jago main bola di saat-saat kosong turnamen internasional gini, ya paling gampang liat ranking FIFA. Termasuk ranking kita sekarang ada di posisi seratus berapa puluh berapa. Tapi gak cuma posisi kita aja yang menarik dilihat. Kalo penasaran seperti apa 'overview' dari kualitas bola di sana, tinggal cari. Terus iseng deh bandingin sama Indonesia. Dan hasilnya.... ya gitu. Sila lihat judul kembali.

Monday, 8 December 2014

Review: Interstellar

Kalau berbicara mengenai film science-fiction, ada yang berbeda dari film-film yang ditayangkan saat ini. Dulu, bagian sains dari film berawal dari keinginan, imajinasi, dan tidak peduli dengan dasar-dasar ilmiahnya. Banyak dari film-film ini yang sekarang diadaptasi kembali dan dimasukkan ke genre lain (Star Trek, Planet of the Apes, Star Wars, Terminator, dll). Sekarang genre ini dimasuki oleh film yang lebih serius menggunakan sains, the real one, sebagai dasar cerita. Interstellar salah satunya.

Fenomenal, setidaknya di linimasa saya. Banyak yang terkagum, entah dari jalan ceritanya atau dari penglibatan teori fisikanya. Banyak juga yang mengaku tidak mengerti, entah di bagian mana. Beberapa menambahkan tulisan-tulisan yang berbau teori relativitas Einstein, kuantum, atau anak pinaknya. Yang jelas, dari mereka saya jadi tahu film terbaru Christopher Nolan ini ingin membawakan real, updated science (well, theory of Relativity is 100 years old already) ke dalam sebuah film papan atas, sesuatu yang tidak bahkan teriklankan di trailer-trailernya. Dengan dirangkulnya fisikawan ternama Kip Thorne, mengindikasikan bahwa Nolan memang tidak main-main dalam memainkan sains di filmnya. Tapi, memang segala hal tidak dapat berjalan sempurna. Cukup buruk sebenarnya.

Thursday, 12 June 2014

Tsubasa, Nostalgia and Dreams

Remember that? of course you do. it was so awesome back then.

In several manga forums, I saw that Captain Tsubasa is still some people's favorite sport manga. Although the only one big plus from it is the nostalgic part. Everything else is too far from good compared to other sport manga, especially today. It was so unrealistic from the story, plot, even physcology and physics. If we read it again today, maybe we would yell, "How on earth can that happen!!?" It was so different when we were children. That's just was so crazy seeing Tsubasa or the others releasing their new skill and rip the opponent's goal. But Tsubasa is more than a childish show.

Saturday, 31 May 2014

Seri Sains: Prolog

Ruang 1201, Prodi Fisika ITB (sumber: google images)

Material, Fisika Bumi, Instrumentasi, Biofisika. dulu ketika mendengar inilah beberapa KK di prodi fisika, pertanyaan langsung muncul: apa bedanya material di fisika sama teknik material, fisika bumi sama geologi, biofisika sama biologi/kedokteran? tak hanya disitu, ketika tau apa rasanya fisika teoretik, akhirnya kerasa juga, we are basically doing math, and math.

Bertahun-tahun belajar fisika, baru di tahun ke-3 saya menyadari, jawabannya sama seperti yang saya anut ketika di kelas-kelas fisika. Anutan yang merupakan hasil didikan dosen-dosen yang incredible di sini. Kalo pake kata-kata seorang kakak tingkat, “kalo kamu anak fisika bumi, inget kamu anak fisika, bukan anak geologi. Inget kamu anak Fisika, MIPA, bukan teknik. Sebaliknya juga gitu. Kalo kamu anak teknik, inget kamu bukan anak MIPA.” Lantas?

Blogging Buat Apa?

(gue juga udah curhat-curhatan tentang blog di sini)

Akhirnya gue balik lagi ke blogger (kayak dulu aktif aja). Setelah beberapa tahun sepertinya wacana terbesar gue yang tidak terlaksana adalah rajin menulis. Pas jadi pengurus MILIS pun, gue pikir gue bakal punya fasilitas dan motivasi untuk menulis lebih, I’ve never been so wrong.

Sebetulnya, sudah banyak draft yang ada di laptop, siap untuk dipublish (pembelaan). Namun takdir berkata lain karena laptop gue dicolong orang (alesan aja). Setelah itu, beberapa ide sempat muncul tapi gak sampe ditulis. Dan ketika gue di sini, hari ini, beberapa ide itu udah outdated, seenggaknya buat gue. Very wrong indeed.

Sekarang, kita loncat jauh..

Sebenernya, blogging buat apa sih? Sebenernya sih ya terserah lo aja. Yang gue perhatiin sih seenggaknya blogging buat dua hal (sotoy banget). Yang pertama pengen eksis. Gak salah kok, yang namanya manusia pasti punya rasa pengen diakui, dihargai. Kalo yang ini, banyak orang ikut pelatihan menulis, latihan web design, sadar gak sadar bikin strategi ini itu biar tulisannya enak dibaca, dishare di fb, di like, terus dibaca orang, dilike, dishare, dibaca orang lain lagi, dilike daaan seterusnya. Lagi-lagi gue bilang, gak salah kok, beneran. Asal gak norak aja.

Yang kedua, rants dan curhat. Blogging atawa menulis cuma pengen buang numpahin isi pikiran. Kalo yang ini, sejatinya sih, ga bakal peduli tampilan blognya gimana, tulisannya rapi apa enggak. Bahkan kalo bisa ditutup-tutupin biar ga ada yang baca.

Jadi tadinya sih begitu, mau bikin 2 blog, yang satu buat curhat (please, it’s not like what you think), yang satunya isinya karya buat konsumsi publik. Tapi selama waktu berjalan, satu aja gak keurus gimana dua, jadi gue lanjutkan sajalah blog ini.

Balik lagi ke pertanyaan, that’s me asking myself. Isi blog ini bakal sangat random. Pastinya jadi gak enak dibaca. jadi gue rapikan sedikiitt. Kurang lebih blog ini isinya adalah seperti berikut.
  1. Rants. Termasuk curhat. Kayaknya gak bakal banyak yang kayak gini. Soalnya kalopun ada yang mau dikeluhin, pasti ditarohnya di status facebook/plurk. Huehuehue.
  2. Semi curhat.  Intinya seperti curhat cuman dibagus2in bahasanya. Postingan-postingan sebelumnya juga ada contoh seperti ini.
  3. Analisis sok tau ala gue. Ini bukan lucu-lucuan ala MBDC atau posronda. Intinya tulisan gue mengenai apa yang gue perhatikan di sekitar gue dalam bahasa formal. But yes, seriously, it will look like i think i know everything. I can’t help it.
  4. Dunia kuliah. And by this i mean the lectures material. Jangan salah, 4 tahun belajar di ITB gue bersyukur ketemu dosen-dosen yang menginspirasi, termasuk di kelasnya. Ada beberapa ilmu yang sayang banget kalo berenti di gue. Jadi di-share lebih baik. I will be selective though and try to keep them simple.
  5. English! Either formal or nonformal. I just want to drill my skill.

Sekarang kita masuk ke list-list selanjutnya yang gak penting, atau bakal cuma wacana,
  1. Review film, anime, atau tontonan apapun. Gue gak tau persis sih apa yang harus ditulis ketika mereview, but i really want to do it. Gue pun gak akan brutal review semua film. Kalo lagi mood aja. Biasanya yang akan gue review adalah film underated alias film yang gak begitu terkenal, tapi ceritanya bagus. Dan film overated, film-film booming yang mengecewaan. Lumayan buat ranting
  2. One Piece related. A die hard one piece fan right here. Dunia one piece emang dunia yang bisa diajak berteori ria. Isi dan makna ceritanya terlalu banyak jika dibandingkan dengan tampilan luarnya sebagai manga shounen. And here i will show you. Tolong dicatat bahwa gue bukan otaku. Jadi tulisannya kualitasnya akan beda sama yang di forum-forum anime.
  3. Autobiografi (whaaaat?). Dulu kelas 1 SMA gue dikasih tugas begitu. Sampe sekarang hardcopy nya masih ada di rumah, softcopy nya ilang dimakan virus. Menarik juga kalo gue taroh di blog. Satu hal, karena you are what you eat, you write what you read, pas jamannya nulis buku ini, gue lagi musim baca bukunya cinta brontosaurus (Raditya Dika) sama Laskar Pelangi (Andrea Hirata). Yaaa begitulah, jadi mohon dimaklumi dan silahkan ditertawakan bareng-bareng.
  4. Buku Harian (???). Pengalaman yang tidak tertulis di autobiografi sih gitu intinya. Nuff said.
  5. Lain-lain. Gatau gue bakal serandom apa.

Jadi selamat datang (kembali) di blog saya yang baru di re-relaunching, selamat membaca!






















Kriik.. kriik.. kriik..

Friday, 10 June 2011

Iman: Doktrin atau Logika??


Kemarin sore, saya berbincang-bincang dengan sahabat saya,seseorang yang sedang ragu akan yang diyakininya sekarang. Dia tidak merasakan iman semanis saat dia masih menjadi anak kecil yang polos. Entah dia harus menyalahkan siapa. Kami berbincang-bincang selepas shalat ashar, berbicara hal-hal klasik yang sudah sering dipertanyakan tentang ketuhanan dan agama.

Thursday, 5 August 2010

Aku Iri... selamatkan aku ya Allah!


Aku iri saat orang menangis dalam murottalnya. Saat sang Imam menghentikan bacaannya untuk menahan isak tangis. Tak ada air mata, aku hanya bisa diam, menjerit kesal dalam hati, menangis di dalam hati, bukan karena isi ayat tersebut, tapi karena gemas dengan kerasnya hatiku ini. "Sudahlah cukup!! Jangan menangis lagi, jangan buat aku malu lagi!" itu yang ingin kuteriakkan jika si imam untuk kesekian kalinya menangis…